Informasi


Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...;
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...;
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...;
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab
Notice: Use of undefined constant dibaca - assumed 'dibaca' in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 436

Notice: Undefined index: isi_berita in C:\xampp\htdocs\bknone\media.php on line 437
Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Minggu, 25 Maret 2018 - 23:10:58 WIB

Hubungan Pohon Sukun dan Pancasila


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Hiburan - Dibaca: 128 kali

Hubungan Pohon Sukun dan Pancasila
Siapa sangka pohon sukun yang memilki nama latin Artocarpus altilis ini mempunyai hubungan dengan Pancasila, dasar negara Republik Indonesia. Tapi bukan sembarang pohon sukun, karena yang punya hubungan dengan Pancasila adalah sebuah pohon sukun yang ada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Pohon sukun ini bercabang lima dan telah mengilhami Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, dalam merumuskan lima sila yang dikemudian hari dikenal sebagai Pancasila, dasar negara Republik Indonesia.
 
Saat Soekarno diasingkan ke Ende oleh Pemerintah Belanda di Tahun 1934 setelah Soekarno dan kawan-kawannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Diasingkannya Soekarno ke sebuah bagian Pulau Flores yang saat itu masih sunyi ternyata tidak memupuskan semangatnya untuk memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Di tempat pengasingannya, Soekarno yang saat itu berumur 33 tahun masih tetap memikirkan masa depan bangsanya. Pohon sukun menjadi teman merenung Soekarno sambil menatap laut Ende. Dari hasil perenungannya, didapatkanlah ide dasar negara yang 16 tahun kemudian disampaikannya pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 di gedung Chuo Sangi In, Jalan Pejambon 6, Jakarta yang sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila.
 
Dalam sidang BPUPKI tersebut, Soekarno menyampaikan 5 rumusan dasar negara hasil perenungannya. Pertama, kebangsaan indonesia. Kedua, internasionalisme dan perikemanusiaan. Ketiga, mufakat atau demokrasi. Keempat, kesejahteraan sosial dan yang kelima adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
 
Soekarno memasukkan ketuhanan setelah dia merenungkan keberadaan alam sekitar dan juga dirinya yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Selama diasingkan di tempat yang masyarakatnya majemuk tersebut, Soekarno juga sering berdialog dengan ustadz dan pendeta sehingga makin mantablah keyakinannya untuk menggunakan Ketuhanan sebagai salah satu dasar negara. Namun demikian, penempatan ketuhanan di sila terakhir bukan berarti Soekarno tidak menganggap penting ketuhanan. Saat sidang BPUPKI, Soekarno berkata, "Hatiku akan berpesta raya jikalau Saudara-saudara menyetujui bahwa negara Indonesia Merdeka berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa”. 
 
Usulan dasar negara yang telah disampaikan oleh Soekarno, Muhammad Yamin, dan Prof. Dr. Soepomo pada sidang BPUPKI kemudian dibahas oleh Tim Sembilan. Hasil musyawarah Panitia Sembilan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal sebagai Piagam Jakarta. Setelah dilakukan pembahasan ulang isi Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945, didapatkan dasar negara seperti butir-butir Pancasila yang kita kenal saat ini. Inilah sekelumit sejarah berharga tentang Soekarno, Ende, pohon sukun, dan nilai-nilai luhur bangsa yaitu Pancasila.